Background

Sunday, October 5, 2014

Pertemuan ke 7 (25 September 2014)

Hai haaaaaiii, saya kembali lagi dengan postingan baru tentunya! Postingan saya kali ini juga tentunya berkaitan dengan studi yang sedang saya lakukan yaitu “Filsafat”. Setelah melewati beberapa minggu dalam blok filsaat ini, saya mulai mendapatkan berbagai pelajaran berharga yang dapat saya kait kan dengan kehidupan sehari-hari. Lihat saja postingan-postingan saya sebelumnya tentang cara berpikir, metode berfilsafat, dll. Hampir semua hal yang saya pelajari dapat dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari.

Nah, untuk postingan saya kali ini, saya akan membagikan materi dengan judul “Badan dan Jiwa”. Di pertemuan badan dan jiwa ini saya mengerti bahwa manusia terdiri dari 2 unsur penting yaitu; Badan dan juga Jiwa. Kedua unsure ini saling melengkapi dan dengan gabungan keduanya lah akan terbentuk manusia seutuhnya. Untuk membahas badan dan jiwa lebih lanjut saya akan memaparkan dua paham yang membahas tentang badan dan jiwa.

Monisme
 
                Paham yang pertama mengenai badan dan jiwa adalah paham  yang dinamakan “Monisme”. Para penganut paham ini meyakini bahwa  Badan dan Jiwa bukanlah unsure yang terpisah, melainkan sebuah substansi utuh yang membentuk pribadi manusia. Jadi, badan dan jiwa pada dasarnya tidak dapat dipisahkan. Begitulah pendapat para penganut monisme ini. Di dalam paham ini sendiri masih terdapat 3 aliran berbeda, yaitu;

Materialisme: menempatkan materi sbg dasar bagi sgala hal yg ada (fisikalisme). Manusia juga bersumber pd materi. Manusia tdk pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tdk punya eksistensi sendiri.

Identitas: menekankan hal berbeda dr materialisme, tp mengakui aktivitas mental manusia. Ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pd arti bukan referensi.

Idealisme: ada hal yg tdk dpt diterangkan semata berdasarkan materi, spt pengalaman, nilai dan makna. Itu hanya punya arti bila dihubungkan dg sesuatu yg imaterial yaitu jiwa.

                Namun, tidak usah bingung karena pada dasarnya ketiga aliran itu masih sama-sama meyakini bahwa badan dan jiwa adalah unsure yang tidak terpisahkan. Hanya saja cara berpikir dan penalarannya saja yang berbeda dari ketiga aliran tersebut.

Dualisme
 
                Kalau sudah mengerti soal Monisme, maka untuk memahami dualism juga akan lebih mudah, karena Dualisme merupakan sebuah paham yang benar-benar berlawanan dari paham monisme. Jika monism mempercayai bahwa badan dan jiwa adalah satu kesatuan substansi yang membentuk manusia sutuhnya, maka Dualisme meyakini bahwa badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda, dan perbedaan keduanya tersebut ada pada pengertian dan objeknya. Di dalam dualisme, juga terdapat beberapa aliran, antara lain;

Interaksionisme: fokus pd hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. Peristiwa mental bs menyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya

Okkasionalisme: memasukkan dimensi ilahi dlm membicarakan hub badan dan jiwa. Hub peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi

Paralelisme: sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pd jiwa manusia. Dlm diri manusia ada dua peristiwa yg berjalan seiring yaitu peristiwa mental dan fisik, namun satu tdk jd sumber bagi lainnya.

Epifenomenalisme: melihat hub jiwa dan badan dari fungsi syaraf. Satu2nya unsur utk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.

Jadi kesimpulannya adalah Realitas manusiawi merupakan realitas prinsipial terbentuk dr dua elemen, yaitu material dan spiritual. Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk eksitensi manusia. Jiwa tdk bs berfungsi baik  kalau tdk ada badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.

Nah, Sudah mengerti tentang badan dan jiwa? Agak rumit sih… tapi jika dicermati sebenarnya tidak sesulit itu kok. Hahaha

#Quote: If the mind can heal the body, but the body can’t heal mind. Then the mind must be stronger than the body.


No comments:

Post a Comment