Hai haaaaaiii, saya kembali lagi dengan postingan baru
tentunya! Postingan saya kali ini juga tentunya berkaitan dengan studi yang
sedang saya lakukan yaitu “Filsafat”. Setelah melewati beberapa minggu dalam
blok filsaat ini, saya mulai mendapatkan berbagai pelajaran berharga yang dapat
saya kait kan dengan kehidupan sehari-hari. Lihat saja postingan-postingan saya
sebelumnya tentang cara berpikir, metode berfilsafat, dll. Hampir semua hal
yang saya pelajari dapat dikaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari.
Nah, untuk postingan saya kali ini, saya akan membagikan
materi dengan judul “Badan dan Jiwa”. Di pertemuan badan dan jiwa ini saya
mengerti bahwa manusia terdiri dari 2 unsur penting yaitu; Badan dan juga Jiwa.
Kedua unsure ini saling melengkapi dan dengan gabungan keduanya lah akan
terbentuk manusia seutuhnya. Untuk membahas badan dan jiwa lebih lanjut saya
akan memaparkan dua paham yang membahas tentang badan dan jiwa.
Monisme
Paham
yang pertama mengenai badan dan jiwa adalah paham yang dinamakan “Monisme”. Para penganut paham
ini meyakini bahwa Badan dan Jiwa
bukanlah unsure yang terpisah, melainkan sebuah substansi utuh yang membentuk
pribadi manusia. Jadi, badan dan jiwa pada dasarnya tidak dapat dipisahkan.
Begitulah pendapat para penganut monisme ini. Di dalam paham ini sendiri masih
terdapat 3 aliran berbeda, yaitu;
Materialisme: menempatkan materi sbg
dasar bagi sgala hal yg ada (fisikalisme). Manusia juga bersumber pd materi.
Manusia tdk pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tdk punya eksistensi
sendiri.
Identitas: menekankan hal berbeda
dr materialisme, tp mengakui aktivitas mental manusia. Ini menjadi ciri khas
manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pd arti bukan referensi.
Idealisme: ada
hal yg tdk dpt diterangkan semata berdasarkan materi, spt pengalaman, nilai dan
makna. Itu hanya punya arti bila dihubungkan dg sesuatu yg imaterial yaitu
jiwa.
Namun,
tidak usah bingung karena pada dasarnya ketiga aliran itu masih sama-sama
meyakini bahwa badan dan jiwa adalah unsure yang tidak terpisahkan. Hanya saja
cara berpikir dan penalarannya saja yang berbeda dari ketiga aliran tersebut.
Dualisme
Kalau
sudah mengerti soal Monisme, maka untuk memahami dualism juga akan lebih mudah,
karena Dualisme merupakan sebuah paham yang benar-benar berlawanan dari paham monisme.
Jika monism mempercayai bahwa badan dan jiwa adalah satu kesatuan substansi
yang membentuk manusia sutuhnya, maka Dualisme meyakini bahwa badan dan jiwa
adalah dua elemen yang berbeda, dan perbedaan keduanya tersebut ada pada
pengertian dan objeknya. Di dalam dualisme, juga terdapat beberapa aliran,
antara lain;
Interaksionisme: fokus pd hubungan timbal
balik antara badan dan jiwa. Peristiwa mental bs menyebabkan peristiwa badani
dan sebaliknya
Okkasionalisme: memasukkan dimensi ilahi
dlm membicarakan hub badan dan jiwa. Hub peristiwa mental dan fisik bisa
terjadi dengan campur tangan ilahi
Paralelisme: sistem kejadian ragawi
terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pd jiwa manusia. Dlm
diri manusia ada dua peristiwa yg berjalan seiring yaitu peristiwa mental dan
fisik, namun satu tdk jd sumber bagi lainnya.
Epifenomenalisme: melihat hub jiwa dan
badan dari fungsi syaraf. Satu2nya unsur utk menyelidiki proses kejiwaan adalah
syaraf.
Jadi kesimpulannya adalah Realitas manusiawi merupakan realitas prinsipial terbentuk dr dua
elemen, yaitu material dan spiritual. Badan dan jiwa = satu kesatuan yg
membentuk eksitensi manusia. Jiwa tdk bs berfungsi baik kalau tdk ada badan. Badan manusia bukan
mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.
Nah, Sudah mengerti tentang badan dan jiwa? Agak rumit sih…
tapi jika dicermati sebenarnya tidak sesulit itu kok. Hahaha
#Quote: If the mind can heal the body, but the body can’t
heal mind. Then the mind must be stronger than the body.
No comments:
Post a Comment