Background

Sunday, September 21, 2014

Pertemuan ke 4 (19 September 2014)

Hi Guys, seperti biasa saya akan membagikan ilmu yang saya dapatkan di kelas Filsafat hari ini. Pada pertemuan kali ini saya dan teman-teman mempelajari banyak sekali hal-hal penting dalam hidup karena kelas kami yang seharusnya 2 sesi, di tambah menjadi 4 sesi. Oleh karena itu lah kami mendapatkan sangat anyak ilmu dalam waktu bersamaan.

Pertemuan kali ini kami membahas tentang yang namanya “Logika” lalu kami juga membahas tentang cara pandang “Subyektivisme” dan “Obyektivisme” belum selesai sampai disitu, kami juga mempelajari yang namanya “Critical Thinking”. Semua ini akan saya coba bahas satu persatu agar kita dapat memahami dan menggunakannya di dalam kehidupan sehari-hari kita.





Logika
(Logikos = Sesuatu yang diutarakan lewat bahasa)

                Logika, sesuatu yang tentu semua dari kita tahu. Kita selalu berkata “Logika dong!” atau “Ah, ngak percaya… ngak masuk logika”. Namun, apa sebenarnya itu logika?? Apakah kita sudah sepenuhnya paham tentang logika?? Mungkin masih ada beberapa dari kita yang tidak mengetahui apa itu logika? Maka dari itu, sekarang saya akan mencoba untuk menjelaskan kepada kita semua tentang apa itu logika? Dari pelajaran yang telah saya terima pada pertemua ke 4 ini.

                Sama seperti arti dari kata logika itu sendiri, yaitu sesuatu yang diutarakan lewat bahasa, maka dari itu segala sesuatu yang ingin dikatakan sebagai logika harus bisa diungkapkan lewat sebuah bentuk bahasa. Jika tidak, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai logika. Di dalam filsafat sendiri, Logika merupakan sebuah pencabangan ilmu yang berusaha menyimpulkan segala sesuatu untuk menjadi sebuah kebenaran yang dapat dipertanggung jawab kan.

                Logika berpikir dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: Logika Deduktif dan Logika Induktif. Hal ini benar-benar membuat saya bingung saat pertama kali saya mendengarnya dari dosen saya. Namun, setelah saya memahami apa yang dosen saya katakana, maka hal ini menjadi menarik. Berikut akan saya coba jelaskan dengan contoh-contoh kasus yang saya buat sendiri:

Logika Deduktif : memiliki premis-premis yang berguna untuk penarikan kesimpulan.
                Nah, logika deduktif itu secara singkat adalah penarikan kesimpulan dari “Umum ke Khusus”. Jadi, kita melihat hal-hal yang umum, lalu menarik sebuah kesimpulan yang khusus. Untuk dapat menarik kesimpulan tersebut, dibutuhkan yang namanya premis. Jadi, Premis merupakan acuan kita untuk dapat menarik suatu kesimpulan. Premis sendiri dibagi menjadi 2, yaitu Premis Mayor dan Premis Minor. Premis mayor adalah premis yang utama dan lebih luas dari Premis Minor.
Contoh: Mahasiswa memiliki pemikiran yang kritis           (Premis Mayor)
               Saya adalah Mahasiswa                                        (Premis Minor )
Deduksi:              Saya memiliki pemikiran kritis


Logika Induktif: kesimpulan yang dibuat lebih luas dari premis yang diberikan.
                Untuk logika  induktif ini adalah kebalikan dari logika deduktif, jadi kita menarik kesimpulan dari “Khusus ke Umum”. Dengan penarikan kesimpulan ini, kita melihat contoh-contoh yang sudah ada, lalu menarik sebuah kesimpulan yang dapat dilihat dari contoh-contoh tadi.
Contoh: Michael anak yang pintar, dan kuliah di fakultas psikologi Untar. Teman sekelas Michael yang bernama Cynthia juga pintar. Lalu mereka bertemu dengan seorang teman baru yang ternyata juga pintar.
Induksi:              Mahasiswa fakultas psikologi Untar pintar-pintar.

Begitulah penjelasan dari pelajaran logika yang dapat saya bagikan kepada kalian semua. Untuk materi selanjutnya yang akan saya bagikan kepada kalian adalah menyangkut hal yang sangat krusial dalam kehidupan kita yaitu “Pola Pikir”. Pola pikir yang akan kita bahas adalah “Subjektivisme” dan ”Objektivisme


Subyektivisme & Obyektivisme

                Dalam hidup kita, cara pandang tentu sangat berpengaruh terhadap hampir semua hal yang kita lakukan karena semua hal yang kita lakukan berawal dari pikiran kita dan cara berpikirlah yang mengatur semua hal tersebut. Cara berpikir yang akan kita bahas pertama adalah:

Subyektivisme
                Subyektivisme adalah sebuah car pandang yang berpusat pada Subjek atau pengamat. Jadi, semua pengetahuan dan kebenaran itu berasal dari Individu itu sendiri. Segala hal yang individu itu rasakan maka akan menjadi benar. Itulah inti dari cara pandang subyektivisme. Salah satu tokoh penting yang berperan dalam perkembangan paham ini adalah Rene Descartes



Rene Descartes mengemukakan sebuah pernyataan yang berdampak pada zaman itu yaitu;
Cogito Ergo Sum.  (Saya berpikir maka saya ada.)

                Paham ini melihat bahwa manusia sebagai pusat dari dunia sehingga semua yang manusia rasakanlah yang akan menjadi kebenaran dan kenyataan. Misalnya; gula itu manis karena kita merasakan bahwa gula itu manis.

Objektivisme
                Cara pandang yang satu ini adalah cara pandang yang berlawanan dari Subyektivisme. Paham ini melihat bahwa objek terpisah dari subjek dan kenyataan objek tidak dipengaruhi oleh subjek.
Ada 3 pandangan dasar Objektivisme:
  1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif,
  2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual,
  3. Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.

Maka, jika kita melihat sesuatu dari paham objektivisme, maka kita akan menyadari bahwa objek itu pada dasarnya sudah ada, tanpa kita sadari pun, objek tersebut sudah ada. Objek dalam paham Objektivisme bersifat “Umum” yang berarti objek dapat dipersepsikan secara tidak terbatas. Namun, terlepas dari semua itu, objek bersifat permanen dan tidak terikat dengan nilai yang kita berikan. Jadi Misalnya: Tanpa kita rasakan, gula itu memang pada dasarnya sudah manis.

Kedua cara pandang tersebut tidak ada yang dapat dikatakan salah ataupun benar karena sama-sama mempunyai dasar yang jelas. Tapi, manakah yang anda pilih?? Semua itu kembali kepada pribadi masing-masing.

Setelah kita memahami apa itu objektivisme dan subjektivisme, sekarang kita akan membicarakan hal yang sangat berkaitan dengan cara pandang, yaitu pola pikir. Pola pikir yang satu ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa seperti saya. Pola pikir ini disebut dengan “Critical Thinking”.

Critical Thinking



                Berpikir kritis adalah sebuah kemampuan berpikir yang seharusnya dimiliki oleh semua orang. Tapi apa itu sebenarnya berpikir kritis? Kenapa hal ini menjadi sangat penting? Nah, saya akan coba menjelaskannya kepada kalian semua. Pertama-tama, yang ingin saya jelaskan adalah definisi dari berpikir kritis itu sendiri. Berpikir kritis artinya “Mempertanyakan apa yang diberikan kepada kita, tidak menerima secara gamblang semua informasi yang kita terima”.

                Berpikir kritis menjadi penting karena dengan berpikir kritis maka kita mampu memperoleh informasi yang benar, dan menyadari mana informasi yang tidak benar. Bayangkan kalau kita selalu menerima segala informasi yang kita temukan. Mungkin kita akan melakukan hal-hal yang dianggap tidak perlu. Oleh karena itu lah, kita perlu mempertanyakan dan mengevaluasi informasi yang kita terima.

Di dalam berpikir kritis, ada yang namanya Model Berpikir. Nah, ada 5 model berpikir kritis yang dapat disingkat dengan kata “T.H.I.N.K

Total Recall: Orang yang mampu berpikir kritis tentu harus dapat melakukan Recall atau memanggil kembali ingatan yang sudah ada. Dengan mengingat apa yang sudah terjadi kita akan lebih gampang jika ingin menggunakan suatu informasi untuk memproses informasi yang baru. Total recall seseorang tergantung pada tingkat kemampuan mengingat mereka.

Habit: Jika tadi kita berbicara soal ingatan maka seorang yang berpikir kritis harus memiliki kebiasaan untuk berpikir kritis juga. Setelah kita mampu mengingat apa yang telah kita ketahui, kita harus mampu menggunakan apa yang telah kita ketahui untuk membuat sebuah kebiasaan berpikir kritis sehingga kita akan mampu berpikir kritis secara otomatis dan tidak dipaksa.

Inquiry: Sebuah kemampuan seseorang untuk memeriksa suatu masalah secara mendalam dan mencari informasi mengenai suatu situasi tertentu. Proses ini sangat penting karena seorang individu harus mempertimbangkan sebuah informasi secara mendalam dan menganalisis kemungkinan dari sebuah situasi.

New Ideas and Creativity: Orang yang memiliki pikiran yang kritis, akan mampu memberikan ide-ide baru yang ia temukan karena ia terus mempertanyakan informasi yang ia ketahui dan melakukan Inquiry terhadap informasi tersebut. Dengan berpikir kritis kemampuan kreativitas kita juga dipicu karena selalu berusaha untuk mencari pertanyaan apa yang dapat dipertanyakan.

Knowing How You Think: Kita sendiri harus mengetahui dan menyadari tentang pola berpikir kita. Dengan kita menyadari bagaimana kita berpikir, maka kita akan lebih mengerti bagaimana cara untuk menanggapi suatu situasi. Hal ini menjadi krusial karena pengenalan diri sangat penting bagi orang yang berpikir kritis.

        Pada saat penjelasan tentang berpikir kritis ini, dosen saya memberikan banyak games-games seru yang membuat kami semua bersemangat untuk megikuti pelajaran ini. Games yang diberikan juga bukan sekedar games yang bertujuan untuk bersenang-senang saja. Melainkan games ini membantu kami untuk mengerti apa itu berpikir kritis

        Berdasarkan apa yang telah saya jelaskan diatas, tentu kita sudah lebih mengerti tentang cara berpikir, cara pandang dan tentunya logika berpikir. Semoga apa yang saya paparkan diatas dapat berguna bagi kalian dan dapat memperluas wawasan kalian semua ya.

#Quote: A man is a product of his thought, what he thinks he become.

Stay tuned!

26 comments:

  1. eaaaaa mikeee !!! ga kuat banget liat blog lu. design rapi, isi lengkap, pake lagu lagi wkwkwk 95 dah buat lu :)

    ReplyDelete
  2. mikeeeee 97 buat kamu dehhh , di tggu blog selanjutnya

    ReplyDelete
  3. kreatip banget sih mike, isinya juga lengkap. 85 deh buat lu.

    ReplyDelete
  4. Blognyaa bagus deh mike! Kreatif banget dan menarik. 90 buat lu!!

    ReplyDelete
  5. kece nih brooo...
    Bagus designnnya... memberi kesan yang bagooss
    九十 for you.. 90 for you

    ReplyDelete
  6. mike blognya keren bangett, postingannya jga lengkapp, nilainya 95 yahhh

    ReplyDelete
  7. Mic, blognya udah cakeepp.. Dibumbui prolog-epilog, materi lengkap dengan kata-kata sendiri, plus lagu pula.. :D
    Hanya saja beberapa kata belum diketik dengan benar.. Coba dicek yaahh

    Boleh request? Kalau tambah lagu dan foto-foto lagi gimana?
    Ohya, sumbernya dapat dari mana juga dimasukan yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke cici cantiiikkkkk Hahahaha Thanks yaaaaa
      nanti gw perbaiki yaaaa

      Delete
  8. mekel lucu banget sih nih blognya, bukan yg pertama kali buka blog lu sih de, uda berkali - kali. abis enak banget buat belajar, lengkap, bahasanya juga bahasa yang casual banget. gua pantengin entar update yg selanjutnya :) 90 de !

    ReplyDelete
  9. Blognya lengkap banget mike? 90 buat kamu deh

    ReplyDelete
  10. Dieditnya bagus juga menarik...90

    ReplyDelete
  11. gambarnya menarik bget :') bikin mudah dimengerti 90 mikee

    ReplyDelete
  12. Kreatif banget sih mike! Keren-keren semua ini 90 yaa xD

    ReplyDelete