Hi Guys, seperti biasa saya akan membagikan ilmu yang saya
dapatkan di kelas Filsafat hari ini.
Pada pertemuan kali ini saya dan teman-teman mempelajari banyak sekali hal-hal
penting dalam hidup karena kelas kami yang seharusnya 2 sesi, di tambah menjadi
4 sesi. Oleh karena itu lah kami mendapatkan sangat anyak ilmu dalam waktu
bersamaan.
Pertemuan kali ini kami membahas tentang yang namanya “Logika” lalu kami juga membahas tentang
cara pandang “Subyektivisme” dan “Obyektivisme” belum selesai sampai
disitu, kami juga mempelajari yang namanya “Critical Thinking”. Semua ini akan saya coba bahas satu persatu
agar kita dapat memahami dan menggunakannya di dalam kehidupan sehari-hari
kita.
Logika
(Logikos = Sesuatu yang diutarakan lewat bahasa)
Logika,
sesuatu yang tentu semua dari kita tahu. Kita selalu berkata “Logika dong!” atau
“Ah, ngak percaya… ngak masuk logika”. Namun, apa sebenarnya itu logika?? Apakah
kita sudah sepenuhnya paham tentang logika?? Mungkin masih ada beberapa dari
kita yang tidak mengetahui apa itu logika? Maka dari itu, sekarang saya akan
mencoba untuk menjelaskan kepada kita semua tentang apa itu logika? Dari pelajaran
yang telah saya terima pada pertemua ke 4 ini.
Sama
seperti arti dari kata logika itu sendiri, yaitu sesuatu yang diutarakan lewat
bahasa, maka dari itu segala sesuatu yang ingin dikatakan sebagai logika harus
bisa diungkapkan lewat sebuah bentuk bahasa. Jika tidak, maka hal tersebut
tidak dapat dikatakan sebagai logika. Di dalam filsafat sendiri, Logika merupakan sebuah pencabangan
ilmu yang berusaha menyimpulkan segala sesuatu untuk menjadi sebuah kebenaran
yang dapat dipertanggung jawab kan.
Logika
berpikir dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: Logika Deduktif dan Logika Induktif.
Hal ini benar-benar membuat saya bingung saat pertama kali saya mendengarnya
dari dosen saya. Namun, setelah saya memahami apa yang dosen saya katakana,
maka hal ini menjadi menarik. Berikut akan saya coba jelaskan dengan
contoh-contoh kasus yang saya buat sendiri:
Logika Deduktif : memiliki premis-premis yang berguna untuk
penarikan kesimpulan.
Nah,
logika deduktif itu secara singkat adalah penarikan kesimpulan dari “Umum ke
Khusus”. Jadi, kita melihat hal-hal yang umum, lalu menarik sebuah kesimpulan
yang khusus. Untuk dapat menarik kesimpulan tersebut, dibutuhkan yang namanya
premis. Jadi, Premis merupakan acuan kita untuk dapat menarik suatu kesimpulan.
Premis sendiri dibagi menjadi 2, yaitu Premis Mayor dan Premis Minor. Premis
mayor adalah premis yang utama dan lebih luas dari Premis Minor.
Contoh: Mahasiswa memiliki pemikiran yang kritis (Premis Mayor)
Saya adalah Mahasiswa (Premis Minor )
Deduksi: Saya memiliki pemikiran kritis
Logika Induktif: kesimpulan yang dibuat lebih luas dari
premis yang diberikan.
Untuk logika
induktif ini adalah kebalikan dari
logika deduktif, jadi kita menarik kesimpulan dari “Khusus ke Umum”. Dengan penarikan
kesimpulan ini, kita melihat contoh-contoh yang sudah ada, lalu menarik sebuah
kesimpulan yang dapat dilihat dari contoh-contoh tadi.
Contoh: Michael anak yang pintar, dan kuliah di fakultas
psikologi Untar. Teman sekelas Michael yang bernama Cynthia juga pintar. Lalu mereka
bertemu dengan seorang teman baru yang ternyata juga pintar.
Induksi: Mahasiswa fakultas psikologi
Untar pintar-pintar.
Begitulah penjelasan dari pelajaran logika yang dapat saya
bagikan kepada kalian semua. Untuk materi selanjutnya yang akan saya bagikan
kepada kalian adalah menyangkut hal yang sangat krusial dalam kehidupan kita
yaitu “Pola Pikir”. Pola pikir yang akan kita bahas adalah “Subjektivisme” dan ”Objektivisme”
Subyektivisme & Obyektivisme
Dalam
hidup kita, cara pandang tentu sangat berpengaruh terhadap hampir semua hal
yang kita lakukan karena semua hal yang kita lakukan berawal dari pikiran kita
dan cara berpikirlah yang mengatur semua hal tersebut. Cara berpikir yang akan
kita bahas pertama adalah:
Subyektivisme
Subyektivisme
adalah sebuah car pandang yang berpusat pada Subjek atau pengamat. Jadi, semua
pengetahuan dan kebenaran itu berasal dari Individu itu sendiri. Segala hal
yang individu itu rasakan maka akan menjadi benar. Itulah inti dari cara
pandang subyektivisme. Salah satu tokoh penting yang berperan dalam
perkembangan paham ini adalah Rene
Descartes
Rene Descartes
mengemukakan sebuah pernyataan yang berdampak pada zaman itu yaitu;
Cogito Ergo Sum. (Saya
berpikir maka saya ada.)
Paham ini
melihat bahwa manusia sebagai pusat dari dunia sehingga semua yang manusia
rasakanlah yang akan menjadi kebenaran dan kenyataan. Misalnya; gula itu manis
karena kita merasakan bahwa gula itu manis.
Objektivisme
Cara pandang yang satu ini
adalah cara pandang yang berlawanan dari Subyektivisme. Paham ini melihat bahwa
objek terpisah dari subjek dan kenyataan objek tidak dipengaruhi oleh subjek.
Ada 3 pandangan dasar
Objektivisme:
- Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif,
- Kebenaran itu datang dari bukti faktual,
- Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.
Maka, jika kita melihat sesuatu
dari paham objektivisme, maka kita akan menyadari bahwa objek itu pada dasarnya
sudah ada, tanpa kita sadari pun, objek tersebut sudah ada. Objek dalam paham
Objektivisme bersifat “Umum” yang berarti objek dapat dipersepsikan secara
tidak terbatas. Namun, terlepas dari semua itu, objek bersifat permanen dan
tidak terikat dengan nilai yang kita berikan. Jadi Misalnya: Tanpa kita
rasakan, gula itu memang pada dasarnya sudah manis.
Kedua cara pandang tersebut tidak ada yang dapat dikatakan
salah ataupun benar karena sama-sama mempunyai dasar yang jelas. Tapi, manakah
yang anda pilih?? Semua itu kembali kepada pribadi masing-masing.
Setelah kita memahami apa itu objektivisme dan
subjektivisme, sekarang kita akan membicarakan hal yang sangat berkaitan dengan
cara pandang, yaitu pola pikir. Pola pikir yang satu ini sangat dibutuhkan oleh
mahasiswa seperti saya. Pola pikir ini disebut dengan “Critical Thinking”.
Critical Thinking
Berpikir
kritis adalah sebuah kemampuan berpikir yang seharusnya dimiliki oleh semua
orang. Tapi apa itu sebenarnya berpikir kritis? Kenapa hal ini menjadi sangat
penting? Nah, saya akan coba menjelaskannya kepada kalian semua. Pertama-tama,
yang ingin saya jelaskan adalah definisi dari berpikir kritis itu sendiri.
Berpikir kritis artinya “Mempertanyakan apa yang diberikan kepada kita, tidak
menerima secara gamblang semua informasi yang kita terima”.
Berpikir
kritis menjadi penting karena dengan berpikir kritis maka kita mampu memperoleh
informasi yang benar, dan menyadari mana informasi yang tidak benar. Bayangkan kalau
kita selalu menerima segala informasi yang kita temukan. Mungkin kita akan
melakukan hal-hal yang dianggap tidak perlu. Oleh karena itu lah, kita perlu
mempertanyakan dan mengevaluasi informasi yang kita terima.
Di dalam berpikir kritis, ada yang namanya Model Berpikir.
Nah, ada 5 model berpikir kritis yang dapat disingkat dengan kata “T.H.I.N.K”
Total Recall: Orang yang mampu berpikir kritis tentu harus
dapat melakukan Recall atau memanggil
kembali ingatan yang sudah ada. Dengan mengingat apa yang sudah terjadi kita
akan lebih gampang jika ingin menggunakan suatu informasi untuk memproses
informasi yang baru. Total recall seseorang tergantung pada tingkat kemampuan
mengingat mereka.
Habit: Jika tadi kita berbicara soal ingatan maka seorang
yang berpikir kritis harus memiliki kebiasaan untuk berpikir kritis juga.
Setelah kita mampu mengingat apa yang telah kita ketahui, kita harus mampu
menggunakan apa yang telah kita ketahui untuk membuat sebuah kebiasaan berpikir
kritis sehingga kita akan mampu berpikir kritis secara otomatis dan tidak
dipaksa.
Inquiry: Sebuah kemampuan seseorang untuk memeriksa suatu
masalah secara mendalam dan mencari informasi mengenai suatu situasi tertentu. Proses
ini sangat penting karena seorang individu harus mempertimbangkan sebuah
informasi secara mendalam dan menganalisis kemungkinan dari sebuah situasi.
New Ideas and Creativity: Orang yang memiliki pikiran yang
kritis, akan mampu memberikan ide-ide baru yang ia temukan karena ia terus
mempertanyakan informasi yang ia ketahui dan melakukan Inquiry terhadap
informasi tersebut. Dengan berpikir kritis kemampuan kreativitas kita juga
dipicu karena selalu berusaha untuk mencari pertanyaan apa yang dapat
dipertanyakan.
Knowing How You Think: Kita sendiri harus mengetahui dan
menyadari tentang pola berpikir kita. Dengan kita menyadari bagaimana kita
berpikir, maka kita akan lebih mengerti bagaimana cara untuk menanggapi suatu
situasi. Hal ini menjadi krusial karena pengenalan diri sangat penting bagi
orang yang berpikir kritis.
Pada saat penjelasan tentang berpikir kritis ini, dosen saya
memberikan banyak games-games seru yang membuat kami semua bersemangat untuk
megikuti pelajaran ini. Games yang diberikan juga bukan sekedar games yang
bertujuan untuk bersenang-senang saja. Melainkan games ini membantu kami untuk
mengerti apa itu berpikir kritis
Berdasarkan apa yang telah saya jelaskan diatas, tentu kita
sudah lebih mengerti tentang cara berpikir, cara pandang dan tentunya logika
berpikir. Semoga apa yang saya paparkan diatas dapat berguna bagi kalian dan
dapat memperluas wawasan kalian semua ya.
Stay tuned!
.jpg)


eaaaaa mikeee !!! ga kuat banget liat blog lu. design rapi, isi lengkap, pake lagu lagi wkwkwk 95 dah buat lu :)
ReplyDeleteMakasih loh dan! hahahahahaha
Deletemikeeeee 97 buat kamu dehhh , di tggu blog selanjutnya
ReplyDeleteWaaahhhh... makasih banyak lo lucy!!!
Deletekreatip banget sih mike, isinya juga lengkap. 85 deh buat lu.
ReplyDeleteTerimakasih banyak saudaraku.... Hahahahaha
DeleteBlognyaa bagus deh mike! Kreatif banget dan menarik. 90 buat lu!!
ReplyDeleteIya dong jesss... Harus! hahahaha thx loh
Deletekece nih brooo...
ReplyDeleteBagus designnnya... memberi kesan yang bagooss
九十 for you.. 90 for you
Thanks a lot bro! hahahaha
Deletemike blognya keren bangett, postingannya jga lengkapp, nilainya 95 yahhh
ReplyDeleteHahahhaha thanks a lot dessyyyy ahahhaa
DeleteMic, blognya udah cakeepp.. Dibumbui prolog-epilog, materi lengkap dengan kata-kata sendiri, plus lagu pula.. :D
ReplyDeleteHanya saja beberapa kata belum diketik dengan benar.. Coba dicek yaahh
Boleh request? Kalau tambah lagu dan foto-foto lagi gimana?
Ohya, sumbernya dapat dari mana juga dimasukan yah :D
Oke cici cantiiikkkkk Hahahaha Thanks yaaaaa
Deletenanti gw perbaiki yaaaa
mekel lucu banget sih nih blognya, bukan yg pertama kali buka blog lu sih de, uda berkali - kali. abis enak banget buat belajar, lengkap, bahasanya juga bahasa yang casual banget. gua pantengin entar update yg selanjutnya :) 90 de !
ReplyDeleteMakasiiihh banyak ya ciciiii Hahahah :))
DeleteBlognya lengkap banget mike? 90 buat kamu deh
ReplyDeleteThanks vaniaaa Hahhaha :)
Deleteblognyaa lengkap dan jelasss, 89 yaa :D
ReplyDeleteThank you so much! hahaha
DeleteDieditnya bagus juga menarik...90
ReplyDeleteThanks a lot yaaahhh hahahaha
Delete88 ya, bagus ada gmbr nya :)
ReplyDeleteThanks feibeee ahahhahaa
Deletegambarnya menarik bget :') bikin mudah dimengerti 90 mikee
ReplyDeleteKreatif banget sih mike! Keren-keren semua ini 90 yaa xD
ReplyDelete