Guys!!! Saya kembali lagi dengan postingan baru! Hahaha
seperti biasa, saya akan membagikan pengetahuan yang saya dapatkan pada kelas
Filsafat kali ini. Di pertemuan kali ini, saya mendapatkan kesan yang sangat
menarik karena semua materi yang diberikan dapat dijelaskan dengan praktis
sehingga saya dan teman-teman dapat mengerti apa yang diajarkan dengan lebih
cepat dan tepat. Oleh karena itu, saya akan mencoba menjelaskan materi kali ini
lengkap dengan berbagai contoh yang saya buat sendiri. J
Nah, untukk materinya sendiri, kali ini kami kembali belajar
soal bagian dari logika yaitu; “Silogisme”,
dan “Kesesatan/Fallacia”. Mungkin bagi kalian yang baru pertama kali membaca
istilah ini akan bingung dengan apa yang dimaksud dengan Silogisme dan juga Fallacia.
Tapi, tenang saja, setelah kalian membaca tulisan saya ini, saya yakin
kalian akan mampu mengerti apa yang dimaksud oleh kedua kata tersebut dan mampu
membuat contoh-contohnya sendiri juga.
Silogisme
Jadi,
yang pertama akan saya bahas adalah mengenai Silogisme. Kenapa? Karena Silogisme
mungkin tidak akan begitu asing bagi kita karena kembali membicarakan
pengambilan kesimpulan. Pengertian dari Silogisme sendiri adalah simpulan
darimana dua premis disimpulkan menjadi satu. Nah, masih ingat deduksi dan
induksi dong? Silogisme pada dasarnya adalah pengambilan kesimpulan juga, akan
tetapi silogisme akan membahas pengambilan kesimpulan dengan lebih sistematis
dan mendalam.
Nah,
untuk silogisme sendiri, mungkin akan lebih gampang kalau kita membagi
silogisme menjadi 2, agar tidak bingung yaitu; Silogisme Kategoris Tunggal dan Silogisme Kategoris Majemuk. Kedua bagian tersebut juga sebenarnya
akan dibagi-bagi lagi menjadi silogisme tersendiri. Berikut akan saya jelaskan
satu persatu.
Silogisme Kategoris
Tunggal
Silogisme
ini mempunyai 2 premis dan terdiri dari 3 term, yaitu S, P, dan M. Silogisme
ini sendiri memiliki beberapa bentuk, yaitu:
1.
M adalah S dalam premis mayor dan P dalam permis
minor.
Aturan: Premis minor hrs sbg penegasan,
sedang premis mayor bersifat umum.
Contoh:
(M – P) Mahasiswa adalah kaum intelektual
(S – M) Saya adalah mahasiswa
Artinya: (S – P) Saya adalah kaum
intelektual
2.
M jd P dlm premis mayor dan minor.
Aturan: Salah satu premis harus negatif.
Premis mayor bersifat umum.
Contoh:
(M – P)Mahasiswa di kelas 305 mempunyai
Nametag
(M – S)Saya tidak mempunyai Nametag
Artinya: (S – P) Saya bukan mahasiswa di
kelas 305.
3.
M menjadi S dlm premis mayor dan minor.
Aturan: Premis minor hrs berupa
penegasan dan simpulannya bersifat
partikular.
Contoh:
(M – P) Dosen bertugas untuk mengajar
(M – S) Ada dosen yang merupakan lulusan S-2
Artinya: (S – P) Sebagian lulusan S-2
bertugas untuk mengajar.
4.
M adalah P dlm premis mayor dan S dlm premis
minor.
Aturan: Premis
minor hrs berupa penegasan, sedangkan
Simpulan bersifat partikular.
Contoh:
(P – M) Baju itu pakaian
(M – S) Pakaian melindungi kita dari sinar
matahari
Artinya: (S – P) Jadi, sebagian yang
melindungi kita dari sinar matahari adalah pakaian
Nah, silogisme yang kita bahas di atas hana setengah dari
silogisme yang telah saya pelajari. Masih ada satu kategori silogisme lagi, dan
sekarang kita akan membahas silogisme tersebut, yaitu;
Silogisme Kategoris
Majemuk.
Jenis
silogisme ini memiliki banyak premis (lebih dari tiga) atau bisa dikatakan
memiliki premis yang lengkap. Bentuk-bentuk dari silogisme ini adalah sebagai
berikut:
Epicherema
Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai
alasan. Contoh:
Mahasiswa yang pintar adalah mahasiswa yang rajin. Karena
belajar dengan giat.
Saya adalah mahasiswa yang berprestasi. Karena sering menang
lomba.
Jadi,
Saya adalah mahasiswa yang rajin.
Enthymema
Silogisme
yang tidak mengemukakan semua premis secara gamblang/eksplisit. Salah satu premisnya
ada yang dilampaui, disebut juga “Silogisme yang disingkat”. Contoh:
Aristoteles adalah manusia. Jadi, akan meninggal.
Manusia akan meninggal.
Aristoteles adalah manusia.
Jadi, Aristoteles akan meninggal.
Polisilogisme
Sebuah deretan
silogisme dimana simpulan silogisme yangg satu menjadi premis untuk silogisme yang
lainnya. Contoh:
Seseorang yang mendapat nilai ujian bagus, merasa bahagia
Orang yang rajin mendapat nilai ujian yang bagus.
Jadi, Orang yang rajin merasa
bahagia.
Sorites
Silogisme
yang memiliki lebih dari 2 premis. Simpulan-simpulan dari silogisme yang satu
dihubungkan sedemikian rupa sehingga predikat dari simpulan yang satu menjadi
subjek bagi simpulan lainnya. Contoh:
Orang yang rajin akan mendapat nilai yang bagus. Orang yang
mendapat nilai yang bagus dapat menjadi kumlaud. Orang yang menadi kumlaud akan
bisa mendapat kerja yang bagus. Orang yang mendapat kerja yang bagus akan
bahagia.
Jadi, orang yang rajin akan bahagia.
“Sudah mulai bingung? Tidak apa-apa! Itu berarti kalian
sudah belajar berfilsafat!” itulah kata-kata dari dosen saya yang paling saya
ingat. Karena hal itu juga terjadi kepada saya. Namun, kalau kita benar-benar
mencoba untuk memahami silogisme ini, maka semua tidak akan sesulit yang kalian
bayangkan. Jadi, kalau sekarang kalian masih bingung, jangan takut, itu
hanyalah sebuah bagian dari proses belajar filsafat.
Kesesatan/Fallacia
Materi
selanjutnya yang akan saya jelaskan adalah Kesesatan atau sering disebut dengan
Fallacia. Dalam mengambil kesimpulan atau keputusan sering kali kita mengalami
kesalahan. Nah, kesalahan inilah yang disebut dengan kesesatan atau fallacia. Dengan
mempelajari fallacia ini, kita akan lebih mengerti tentang kesalahan apa yang
sering kita buat dan tentunya memahami kenapa kita dapat melakukan kesalahan
tersebut. Tentu dengan kita menyadari kesalahan-kesalahan kita sendiri, kita
akan lebih berhati-hati kedepannya dan mampu memperbaiki apa yang menurut kita
masih kurang.
Untuk fallacia
sendiri, sebenarnya fallacia dibagi menjadi banyak kategori dan dikelompokkan
ke dalam berbagai kategori. Namun, saya tidak akan terlalu mendalami soal itu. Karena
kalau ingin mendalami semua jenis fallacia maka postingan ini tidak aka nada habisnya.
Tapi tenang saja, saya tetap akan membahas 2 kategori Fallacia yang paling
penting, yaitu;
Kesesatan fakta
Pada
dasarnya kita melakukan kesalahan atau kekeliruan atau kesesatan karena ada
penyebabnya. Nah, kesesatan fakta ini merupakan satu dari 2 penyebab utama
terjadinya kesesatan. Kesestan fakta berarti bahwa kita menyimpulkan atau
mengambil kesimpulan yang salah karena adanya kesalahan fakta dalam
premis-premis yang kita pakai untuk mengambil kesimpulan tersebut. Contohnya:
>>Albert Einstein adalah penemu sepeda.
>>Bola berbentuk kotak
>>Manusia berkembang biak dengan cara bertelur
>>Bahasa mandarin adalah bahasa internasional
>>Laki-laki melahirkan
Jadi,
mulai sekarang kita semua harus hati-hati ya dalam menerima fakta yang
diberikan oleh orang lain. Pastikan untuk selalu mempertanyakan bukti-bukti
dari fakta tersebut dan tidak langsung percaya begitu saja terhadap sesuatu. Oke?
Kesesatan Penalaran
Nah,
inilah kesalahan yang sering dan paling banyak terjadi pada kehidupan kita
sehari-hari. Kadang kita memang sudah menerima dan mengevaluasi fakta yang ada
dan fakta itu memang benar, tetapi kesalahan sering kali terjadi pada proses
penalaran saat kita ingin mencerna informasi tersebut. Contoh:
>>Mahasiswa adalah kaum intelektual
>> Saya adalah mahasiswa
Semua kaum intelektual adalah mahasiswa.
Bisa dilihat bahwa untuk
memproses informasi, kita benar-benar harus teliti, jangan sampai kita
melalukan kesalahan penalaran dan akhirnya menyalahkan fakta-fakta yang sudah
ada. Jadi, mari kita bersama-sama melakukan penalaran dengan lebih berhati-hati
agar dapat mengurangi kesesatan yang ada.
Dari semua materi yang telah saya paparkan ini, saya
berharap kita semua menjadi lebih memahami bagaimana cara penarikan kesimpulan
yang benar, dan apa saja yang dikatakan sebagai kesesatan. Karena sering kali
kita menyimpulkan sesuatu yang salah dan akhirnya berakibat kepada diri kita
sendiri. Alangkah baiknya kalau kita semua mampu menarik kesimpulan dengan
lebih hati-hati dan juga menyadari jika ada kesesatan/fallacia yang kita
perbuat.
Lengkappp oii punya luu hahahaha 85 lah mikee
ReplyDeleteMakasih loh meeeyyy Hahaha
Deletedesign blog keren mike, untuk isi udah lengkap dan mudah dipahami, 90 lah mike
ReplyDeletedi tunggu next postingannya
Yo i dong liitt hahahahah thanks yah hahaa
Deletebagus nih mikeee 90 yaa haha
ReplyDeleteThankyou chiinn hahaha
Deletelengkap na salut sama mike skor na 95!!
ReplyDeletePenjelasannya selalu lengkap dan jelas! 90.. Keep posting mike;)
ReplyDeleterapi banget dah mike hahaha 90 !
ReplyDelete