Teman-teman sekalian, dalam pertemuan pada tanggal 26
september 2014 yang lalu, saya bertemu lagi dengan dosen asik yang namanya ada
lah Bapak Bonar Hutapea. Beliau mengajarkan saya tentang arti kebebasan, dan
bagaimana pendapat kita tentang bebas itu? Dalam penyampaiannya beliau selalu member
kesempatan bagi kami untuk memberi pendapat dan tentunya bertanya apa yang
kurang jelas.
Di akhir pertemuan beliau meminta kita untuk memberi
pendapat dan pandangan masing-masih terhadap pertanyaan “Apakah Manusia itu
bebas?” Jadi, berikut ini akan saya beri tahu apa yang menjadi pandangan saya
tentang kebebasan manusia.
Selama
ini selalu menjadi perdebatan “Apakah sesungguhnya manusia itu bebas?” ada yang
mengatakan bahwa manusia selalu bebas karena bagaimana pun ia dapat menentukan
nasibnya sendiri. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa manusia itu
senantisasa terikat dan tidak sepenuhnya bebas. Saya sendiri berpendapat bahwa,
Manusia sesungguhnya bebas di dalam sebuah batasan.
Yang
saya maksudkan dengan Bebas di dalam sebuah batasan adalah, manusia tidak
sepenuhnya terikat, namun juga tidak sepenuhnya bebas. Sampai pada tingkatan
tertentu manusia bebas, dan sampai pada tingkatan tertentu manusia itu terikat.
Mungkin kita bisa mengatakan bahwa tidak ada yang mampu memaksa manusia
melakukan sesuatu, oleh karena itu maka manusia itu bebas. Tetapi, pada
kenyataannya kita semua dikelilingi oleh sebuah batasa, baik berupa hokum,
norma, atau pun adat isitadat yang berlaku pada masyarakat.
Nah,Oleh
sebab itu lah, bagi saya Manusia tidak sepenuhnya bebas karena selalu ada
batasan bagi manusia itu sendiri, baik yang dibuat oleh manusia ataupun yang
telah ditetapkan oleh alam, ataupun yang sudah diperintahkan oleh Yang Maha
Kuasa.
.jpg)
